Makassartoday.com, Makassar – Langit Makassar seolah tumpah tak bersisa sejak Selasa (24/2/2026) dini hari. Hujan dengan intensitas ekstrem ini memaksa warga terbangun dalam kepungan air cokelat yang merangsek masuk ke ruang tamu.
Kondisi ini bukan sekadar genangan biasa. Di beberapa titik, air naik begitu cepat, membuat warga tak sempat lagi menyelamatkan perabotan rumah tangga mereka yang kini mengapung tak berdaya.
Merespons situasi darurat ini, Pemerintah Kota Makassar langsung menetapkan status siaga satu. Seluruh mesin birokrasi diperintahkan turun ke jalan untuk menjinakkan dampak cuaca buruk yang kian mengganas.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bergerak cepat dengan mengeluarkan instruksi sapu jagat. Mulai dari Kepala SKPD hingga tingkat RT/RW diwajibkan melakukan mitigasi dini dan memantau keselamatan warga secara langsung.
Baca Sebelumnya: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sulsel 24 Februari – 1 Maret 2026, Waspada Hujan Sangat Lebat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menjadi ujung tombak di garda terdepan. Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan ke titik-titik merah yang dilaporkan sudah tidak lagi aman bagi warga sipil.
“Instruksi Bapak Wali Kota jelas: selamatkan warga lebih dulu,” tegas Muhammad Fadli Tahar, Kepala Pelaksana BPBD Makassar, saat memantau pergerakan personel di lapangan.
Di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, situasi dilaporkan paling mencekam. Ketinggian air di wilayah ini menembus angka 100 sentimeter, atau setinggi pinggang hingga dada orang dewasa.
Rumah-rumah di kawasan padat penduduk tersebut kini praktis terisolasi. Petugas BPBD harus menggunakan perahu karet untuk menyisir gang-gang sempit guna mengevakuasi lansia dan anak-anak yang terjebak di lantai dua rumah mereka.
Tak jauh dari sana, pemandangan serupa terlihat di Kompleks Kodam III. Wilayah langganan banjir ini kembali berubah menjadi hamparan air setinggi 30 sentimeter yang memutus total akses kendaraan bermotor.
Roda ekonomi di kawasan tersebut seakan berhenti berputar pagi ini. Mesin-mesin kendaraan yang nekat menerobos genangan berakhir mati total di tengah jalan, menambah ruwetnya proses evakuasi.
Titik genangan juga menyebar ke Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala. Meski ketinggian air masih di bawah lutut, ancaman kenaikan debit air membuat warga setempat mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Wilayah Kapasa RW 6 juga tak luput dari terjangan. Air setinggi 30 sentimeter terus bertahan, memaksa warga untuk berjaga-jaga di depan pintu rumah sambil membawa senter di tengah sisa-sisa hujan yang masih mengguyur.
Perhatian khusus juga diberikan pada Terowongan Rappokalling. Kawasan ini terpantau terendam setinggi 40 sentimeter, sebuah angka yang cukup untuk membuat pengendara motor terjungkal jika tidak berhati-hati.
Petugas dari Dinas Perhubungan dan kepolisian tampak bersiaga di mulut terowongan. Mereka memberlakukan pengawasan ketat guna menghindari kemacetan horor atau kecelakaan fatal akibat genangan yang menipu mata.
Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar juga tak tinggal diam. Mereka menerjunkan “Pasukan Biru” atau Satgas Drainase untuk berduel langsung dengan musuh utama setiap kali hujan tiba: sampah.
Kepala Dinas PU, Zuhaelsi Zubir, mengungkapkan bahwa timnya menemukan tumpukan sampah yang menyumbat mulut-mulut selokan di Jalan Rappokalling Raya. Inilah biang kerok air lambat surut.
“Dua kelompok Satgas langsung kami kerahkan begitu laporan masuk. Anggota kami harus masuk ke dalam drainase untuk mengangkat sampah yang menghambat aliran air,” jelas Zuhaelsi.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Setelah gundukan sampah yang didominasi plastik itu diangkat, debit air di wilayah Tammua perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Meski situasi perlahan terkendali, BPBD tetap mengimbau warga Makassar untuk tidak lengah. Posko siaga telah didirikan di titik-titik strategis agar bantuan bisa sampai dalam hitungan menit jika kondisi memburuk.
Pemerintah Kota Makassar berjanji akan terus hadir di tengah genangan hingga air benar-benar surut dan warga bisa kembali beraktivitas dengan aman di Kota Daeng ini.

