Makassartoday.com, Makassar – Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan memicu banjir di sejumlah titik strategis. Pada Rabu (25/02/2026), Tim SAR Gabungan bergerak cepat melaksanakan operasi evakuasi besar-besaran di Kota Makassar dan Kabupaten Maros guna menyelamatkan warga yang terjebak genangan air.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan kelompok rentan.
“Kami telah membagi tim ke dalam beberapa sektor agar penanganan lebih cepat. Fokus utama kami adalah mengevakuasi lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” ujar Arif Anwar dalam keterangan resminya, Rabu (28/2/2026).
Distribusi Titik Banjir dan Fokus Evakuasi
Operasi hari ini terkonsentrasi di tiga wilayah utama dengan total enam titik lokasi terdampak parah:
Kecamatan Manggala: Operasi difokuskan di Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, wilayah yang menjadi langganan banjir dengan elevasi air yang meningkat drastis.
Kecamatan Biringkanaya: Tim menyisir tiga titik di kawasan Perumahan BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang.
Kecamatan Moncongloe (Maros): Perluasan operasi ke wilayah penyangga Makassar yang turut terendam akibat curah hujan tinggi.
Data Resmi BPBD Kota Makassar (Update 25 Februari 2026)
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Makassar, berikut adalah rincian kondisi lapangan untuk membantu warga memetakan jalur aman:
1. Manggala (Blok 8 & Blok 10 Antang), ketinggian air: 80 cm – 1,2 meter
2. Biringkanaya (BTN Kodam III, Katimbang) ketinggian air 50 cm – 1 Meter
3. Tamalanrea (BTP Blok AF & Perumahan Bung) ketinggian air 40 cm – 70 cm
4. Panakkukang (Jl. Batua Raya & Racing Centre) ketinggian air 30 cm – 50 cm
Tantangan di Lapangan
Meski air terus naik, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan tantangan yang dihadapi timnya. Masih banyak warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka dengan alasan menjaga harta benda.
“Kami terus melakukan pendekatan persuasif. Kami meminta bantuan pemerintah setempat untuk mengedukasi warga agar bersedia dievakuasi sebelum akses benar-benar terputus atau arus menjadi lebih berbahaya,” jelas Andi Sultan.
Pemerintah Kota Makassar menghimbau warga untuk segera menghubungi Call Center 112 jika membutuhkan bantuan kedaruratan atau perahu karet evakuasi.
Bagi warga yang berada di wilayah rawan, harap segera mematikan aliran listrik utama dan mengamankan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.

