Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Metro » Dilema Air Bersih di Maccini Gusung: Antara Aliran Tak Stabil dan Harapan pada Mobil Tangki

Dilema Air Bersih di Maccini Gusung: Antara Aliran Tak Stabil dan Harapan pada Mobil Tangki

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar — Krisis air bersih masih menjadi persoalan pelik yang menghimpit warga di Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar. Hingga saat ini, warga di wilayah tersebut terpaksa harus bertahan dengan distribusi air yang tidak menentu demi memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kondisi di lapangan menunjukkan warga harus bersiaga setiap saat karena aliran air dari pipa seringkali hanya mengalir selama dua hingga tiga jam, kemudian mati total untuk waktu yang lama. Situasi ini membuat aktivitas mencuci, memasak, hingga kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) warga menjadi terhambat.

“Terkadang air hanya mengalir sebentar saja, setelah itu mati lagi. Kami sangat bergantung pada bantuan mobil tangki yang datang,” ungkap salah satu warga di lokasi, Selasa (26/5/2026). 

Di beberapa titik, seperti di Lorong 47B dan 47C, pemandangan warga yang mengantre air bersih dari armada mobil tangki menjadi pemandangan harian. Warga berharap ada solusi permanen agar mereka tidak lagi kesulitan mendapatkan hak dasar berupa air bersih.

Respons PDAM Makassar

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk mencari jalan keluar.

“Kami telah menerima aspirasi warga dan segera menindaklanjutinya dengan solusi cepat dan terukur. Saat ini, kami rutin mengerahkan armada mobil tangki untuk melayani kebutuhan warga terdampak,” jelas Andi Syahrum, Senin (25/5/2026).

Pihak PDAM menjelaskan bahwa gangguan di wilayah Maccini Gusung dan Kerung-Kerung disebabkan oleh menurunnya debit suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang. Sebagai solusi jangka menengah, PDAM tengah mengupayakan rekayasa jaringan.

“Insya Allah minggu ini sudah mulai progres perbaikan pipa. Kami juga menyiapkan alternatif sambungan dari jaringan lain, termasuk rencana penyambungan dari IPA Macini Sombala dan IPA 5 Somba Opu yang sumber airnya lebih stabil,” tambahnya.

PDAM menegaskan bahwa tim teknis tetap siaga 24 jam untuk merespons laporan warga, asalkan laporan yang dikirimkan mencantumkan lokasi yang spesifik agar penanganan bisa lebih tepat sasaran.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less