By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Duka di NTT, Murid SD Gantung Diri karena Tak Mampu Beli Pena dan Buku
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Scroll Untuk Melihat Konten
Ad imageAd image
Makassar Today > Blog > Nasional > Duka di NTT, Murid SD Gantung Diri karena Tak Mampu Beli Pena dan Buku
Nasional

Duka di NTT, Murid SD Gantung Diri karena Tak Mampu Beli Pena dan Buku

admin
admin
Share
3 Min Read
Ilustrasi
SHARE

Makassartoday.com, Kupang, NTT – Sebuah awan mendung menyelimuti Bumi Flobamora menyusul tragedi memilukan yang menimpa seorang murid SD di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi tamparan keras bagi sistem pendukung kesehatan mental anak di tingkat akar rumput.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Anak berusia 10 tahun berinisial YBR, mengakhiri hidupnya di kampung halamannya, di Kecamatan Jerebuu, Ngada, NTT. Pemicunya diduga karena anak yang duduk di bangku kelas IV SD itu kecewa dan putus asa lantaran tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.

Malam sebelum kejadian, korban meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena. Namun, permintaan YBR tidak bisa disanggupi ibunya karena kondisi ekonomi mereka yang sangat sulit.

Periklanan
Ad imageAd image

Diungkapkan oleh Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, kondisi ekonomi korban sangat berat. Ibu YBR harus menanggung kebutuhan hidup lima orang anak. Sementara itu, ia sudah berpisah dengan ayah korban sejak 10 tahun lalu.

YBR sendiri sehari-hari tinggal bersama sang nenek di sebuah pondok. Rumah nenek dan ibu korban berada di desa tetangga. Malam itu, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta dibelikan buku dan pena untuk keperluan sekolah.

“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa, Selasa (3/2), dikutip dari detikBali.

Isi Surat YBR untuk Sang Ibu

YBR lalu ditemukan mengakhiri hidupnya di pohon cengkih di kebun milik neneknya pada Kamis (29/1). Pohon itu hanya berajak sekitar tiga meter dari pondok.

“Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter,” kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, Jumat (31/1), dikutip dari detikBali.

Nenek korban tidak berada di pondok saat peristiwa tersebut terjadi. Ia sedang berada di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecahkan kemiri. Ia baru mengetahui YBR mengakiri hidupnya setelah diberitahu oleh warga.

YBR meninggalkan sepucuk surat yang ditulis tangan dan ditemukan oleh polisi di TKP. Surat tersebut ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Di bawah pesannya, ada gambar anak terlihat menangis.

Berikut isi surat YBR kepada ibunya, dikutip dari detikBali.

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Darurat Kesehatan Mental: KPAI Catat 26 Kasus Anak Bunuh Diri Sepanjang 2025

Menkes Ungkap Temuan Miris: 1.824 Orang Terkaya RI ‘Numpang’ BPJS Gratisan dari Negara

Pemerintah Menerapkan WFA di Libur Lebaran 2026, Ini Tanggalnya!

Misteri Perahu Kosong di New Port Pelindo, Tim SAR Kerahkan Drone Cari Nelayan Hery

Pemerintah Perketat Aturan Bansos 2026: Penerima BPNT Kini Dibatasi Hanya Desil 1-4  

TAGGED: Bunuh Diri, focus
admin Februari 4, 2026 Februari 4, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article PK5 di Jalan Datu Museng dan Jalan Maipa Ditertibkan, 20 Tahun Berjualan di Atas Trotoar
Next Article Sidak Parkir Digital, Dirut Perumda Parkir Makassar Ajak Warga Tertib dan Minta Struk
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Heboh Biaya Admin QRIS Rp1.000, BI: Pedagang Dilirang Bebankan ke Konsumen
Bisnis Februari 12, 2026
Pertama Kali, DPM-PTSP Makassar Raih Predikat WBK dari KemenPAN-RB
Metro Februari 12, 2026
Tren Busana Muslim 2026 yang Lebih Personal dan Berkelanjutan
Fashion Februari 11, 2026
Darurat Kesehatan Mental: KPAI Catat 26 Kasus Anak Bunuh Diri Sepanjang 2025
Nasional Februari 11, 2026
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?