By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Bupati Ngada Bantah YBR Bunuh Diri karena Tak Dibelikan Buku dan Pulpen
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Nasional > Bupati Ngada Bantah YBR Bunuh Diri karena Tak Dibelikan Buku dan Pulpen
Nasional

Bupati Ngada Bantah YBR Bunuh Diri karena Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

admin
admin
Share
4 Min Read
Bupati Ngada, Raymundus Bena./Dok. Pemkab Ngada
SHARE

Makassartoday.com, Ngada NTT – Bupati Ngada, Raymundus Bena, membantah informasi yang beredar luas di masyarakat bahwa YBR, seorang siswa sekolah dasar, nekat mengakhiri hidup karena tidak dibelikan buku dan pulpen.

Bantahan tersebut disampaikan Bupati Raymundus Bena setelah Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan penelusuran langsung kepada keluarga korban.

Berdasarkan keterangan ibu kandung korban, Mama Reti, tidak pernah ada pernyataan bahwa tindakan tragis tersebut dipicu karena permintaan alat tulis yang tidak dipenuhi.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Ngada, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini merupakan kejadian luar biasa dan persoalan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Raymundus.

Periklanan
Ad imageAd image

Ia menegaskan, pemerintah daerah mengambil tanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut serta akan mengambil langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Setelah menerima informasi terkait peristiwa itu, Pemda Ngada segera membentuk tim yang diketuai Sekretaris Daerah untuk mengecek fakta di lapangan. Tim telah turun langsung ke lokasi kejadian dan bertemu keluarga korban guna memperoleh informasi yang akurat.

Hasil penelusuran sementara menunjukkan keluarga korban masih tercatat sebagai warga Kabupaten Nagekeo, sehingga Pemda Ngada juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

Raymundus menjelaskan, sejak kembali ke Ngada, ibu korban belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Kondisi ini turut menghambat pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) milik korban. Ke depan, pemerintah akan melakukan intervensi agar keluarga korban dapat memperoleh bantuan yang dibutuhkan.

“Informasi bahwa korban bunuh diri karena tidak dibelikan buku dan pulpen adalah tidak tepat. Tidak ada pernyataan dari keluarga, terutama ibu kandung, yang menyebutkan hal tersebut. Kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebaran informasi ini,” tegasnya.

Dari hasil penggalian informasi tim, faktor dominan yang memengaruhi kondisi psikologis korban diduga berkaitan dengan kemiskinan ekstrem keluarga, kurangnya perhatian orang tua, tekanan ekonomi, serta beban sosial yang dihadapi korban.

Pemerintah juga mengungkapkan keluarga korban termasuk kategori miskin dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan harian, termasuk kebutuhan sekolah. Selain itu, keluarga memiliki utang koperasi sekitar Rp8 juta dengan cicilan mingguan Rp130 ribu.

Pemerintah Desa Naruwolo sebelumnya telah meminta ibu korban memutasi data kependudukan agar dapat mengakses bantuan sosial, namun belum dilakukan. Meski demikian, keluarga pernah menerima bantuan ternak babi, sementara nenek korban menerima BLT sejak 2023 hingga berlanjut pada 2026, serta bantuan pangan dan BPJS.

12Next Page

You Might Also Like

KPK Ungkap Modus ‘Perusahaan Ibu’ di Balik Korupsi Bupati Pekalongan

Badan Gizi Nasional Tantang Masyarakat Viralkan Menu MBG: Tolong Sebutkan Nama Sekolah dan Dapurnya!

Jusuf Kalla Terima Dubes Iran: Bahas Kondisi Pasca-Serangan hingga Kesiapan Presiden Prabowo Jadi Mediator Damai

Polemik Larangan Merokok Saat Mengemudi: Gugatan di MK Berakhir Tak Diterima

Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret: Alasan Ilmiah di Balik Bulan yang Berubah Merah Darah

TAGGED: Viral
admin Februari 7, 2026 Februari 7, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article DPRD Makassar dan Kedubes Singapura Jajaki Peluang Kerja Sama Bilateral
Next Article Makassar Menuju Kota Bersih: Kolaborasi Lintas Sektor Benahi Drainase dan Trotoar
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Appi Kenalkan LONTARA+ sebagai Kanal Aspirasi Warga Saat Safari Ramadan di Panakkukang
Metro Maret 5, 2026
Diduga Potong Dana Aspirasi Petani, Eks Anggota DPR dan Wakil Ketua DPRD Luwu Resmi Ditahan
Hukum Kriminal Maret 5, 2026
Andi Sudirman Dukung Penertiban PKL Makassar: Jangan Ada Bahu Jalan Jadi Lapak
Metro Maret 5, 2026
KPK Ungkap Modus ‘Perusahaan Ibu’ di Balik Korupsi Bupati Pekalongan
Nasional Maret 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?