Kronologi Mahasiswi Nunukan Disekap dan Rudapaksa di Makassar Modus Loker Palsu
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar – Jagat media sosial kembali menjadi ladang ranjau bagi pencari kerja. Seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berinisial MA (21), menjadi korban penyekapan dan tindakan rudapaksa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, setelah terjebak modus lowongan kerja (loker) palsu di Facebook.
Kasus memilukan ini kini tengah ditangani secara intensif oleh aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar.
Tergiur Gaji Rp3 Juta per Bulan
Peristiwa bermula saat korban MA mencari informasi pekerjaan di media sosial. Ia kemudian melihat sebuah unggahan di grup Facebook yang menawarkan posisi sebagai pengasuh anak (baby sitter) di Kota Makassar.
Pelaku mengiming-imingi korban dengan gaji Rp3 juta per bulan, sebuah angka yang membuat korban tergiur hingga akhirnya nekat bertolak dari Nunukan menuju Makassar demi memenuhi panggilan kerja tersebut.
Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup, nasib nahas justru menimpa MA. Sesampainya di Makassar, korban dijemput oleh pelaku dan langsung dibawa ke sebuah rumah kontrakan terpencil di kawasan Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate.
Disekap Tiga Hari dan Dirudapaksa
Di dalam rumah kontrakan itulah penderitaan MA dimulai. Korban disekap selama tiga hari berturut-turut tanpa bisa mengakses bantuan dari luar. Selama masa penyekapan tersebut, pelaku melancarkan aksi bejatnya dengan melakukan kekerasan seksual atau rudapaksa terhadap korban di bawah ancaman.
Kasus ini baru terbongkar pada Minggu (10/5/2026), saat masa sewa kontrakan yang diambil pelaku habis. Pemilik kontrakan yang datang untuk mengecek rumah dikejutkan dengan kondisi pintu yang terkunci namun terdengar suara mencurigakan dari dalam.
Saat pintu berhasil dibuka, korban MA memanfaatkan momentum tersebut untuk melarikan diri keluar rumah. Warga sekitar Kelurahan Barombong seketika geger melihat korban keluar dalam kondisi lemas, syok berat, dengan kedua pergelangan tangan yang masih terikat tali. Warga yang geram langsung mengamankan korban dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Tamalate.
“Anggota kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga terkait adanya seorang wanita yang disekap. Saat diselamatkan, korban ditemukan dalam kondisi sangat lemas dan mengalami trauma berat, di mana kedua tangannya masih dalam keadaan terikat tali,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Korban Trauma Berat, Pelaku Buron
Pasca-kejadian, korban MA langsung dievakuasi dan saat ini berada di tempat aman di asrama putri mahasiswa Nunukan di Makassar dengan pengawasan ketat dari rekan-rekannya. Karena mengalami trauma psikis yang sangat mendalam, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar bersama UPTD PPA Kota Makassar telah menerjunkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan konseling secara intensif.
Pemerintah Kabupaten Nunukan juga bergerak cepat dengan memfasilitasi dan membiayai keberangkatan orang tua korban dari Nunukan ke Makassar agar bisa mendampingi proses hukum serta pemulihan mental sang anak.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku, yakni seorang pria berinisial FR (30). Pelaku diketahui langsung melarikan diri sesaat sebelum warga dan polisi mengepung lokasi kejadian. Saat ini, tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama Polsek Tamalate masih melakukan pengejaran intensif di lapangan untuk meringkus pelaku
- person


Saat ini belum ada komentar